MANAJEMAN APLIKASI
LAPORAN PRAKTIKUM
SISTEM OPERASI LINUX
Tentang :
MANAJEMAN APLIKASI
Oleh :
Nama : Jeffri Aprian Purba
NIM : 180342036
Kelas : BM-5A
POLITEKNIK NEGERI JAKARTA
JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
PRODI BROADBAND MULTIMEDIA
2020
POKOK BAHASAN:
- Redhat Package Manager
- Tar, Gzip
TUJUAN BELAJAR:
Setelah mempelajari materi dalam bab ini, mahasiswa diharapkan mampu:
- Mengerti konsep RPM, TAR dan GZIP.
- Menggunakan RPM.
- Menggunakan TAR danGZIP untuk instalasi software.
DASAR TEORI :
1 MANAJEMEN PAKET SOFTWARE
Setiap system Linux mempunyai manajemen paket software, yang paling popular adalah RPM (RedHat Package Management).
RPM mengatur instalasi paket software, maintenance/upgrade dan menghapus paket software dari system, atau lebih dikenal dengan install dan uninstall (install / remove).
RPM menyimpan informasi tentang paket yang diinstalasi dalam sebuah database. Penghapusan paket berarti juga menghapus semua files dan direktori yang terdaftar pada database tersebut, lengkap dengan nama PATH (lokasi diman afile dan direktori tersebut berada).
RPM menyimpan paket dalam bentuk file yang telah dikompres dan ditulis sebagai file degan ekstensi *.rpm.
2 FUNGSI MANAJER PAKET SOFTWARE
• Menghitung besar paket yang disesuaikan dengan kapasitas penyimpanan disk yang masih tersedia, apakah cukup atau tidak.
• Memeriksa apakah ada library atau file-file lain yang dibutuhkan untuk software tersebut.
• Menghindari konflik dengan software yang telah terpasang di system.
• Proses instalasi tidak mengacaukan system (membuat system file menjadi terganggu / korup).
• Upgrade ke versi yang baru tanpa mengganggu konfigurasi yang sudah ada.
• Verifikasi files dalam paket tersebut.
3 PAKET SOFTWARE
Terdiri dari 2 jenis :
1. Paket binary (biner)
Terdiri atas kumpulan program executable. Paket ini berekstensi *.rpm.
2. Paket source
Berisi teks dari program yang kemudian dapat dikompilasi menjadi executable.
Paket ini mempunyai ekstensi *.src.rpm.
4 NAMA PAKET
Penamaan paket diatur dengan konvensi sebagai berikut :
· Nama
· Versi
· Release
· Platform arsitektur (Intel, Alpha, Risc, …)
5 RPM QUERY
RPM dengan opsi –q memberikan informasi tentang paket sebagai berikut :
# rpm –q samba samba –2.0.5-1S
#
Informasi tentang versi paket samba adalah versi 2.0.5.
Beberapa sub-opsi dapat diberikan, antara lain :
i menampilkan informasi yang lebih rinci
l list (daftar) semua file(s) d tampilkan hanya file dokumentasi saja
c tampilkan hanya konfigurasi file
f info tentang paket memiliki file apa saja
p berfungsi pada paket yang belum diinstalasi
--scripts menampilkan script untuk instalasi
6 TAR
Tar singkatan dari Tape ARchive. Tar mula-mula didesain untuk backup tape, tetapi digunakan untuk membuat file tar pada semua sistem file. tar membuat satu "tar file" (yang disebut dengan "tarball") pada beberapa file dan direktori. File tar tidak dikompresi, hanya sebuah file heap yang dibentuk bersama dalam satu kontainer. Sehingga file tar akan mempunyai jumlah byte yang sama dengan semua file individu yang dikombinasikan ditambah sedikit file ekstra. File tar dapat dikompresi dengan menggunakan gzip atau bzip2.
Contoh :
• tar –xvf example.tar mengekstraksi isi dari example.tar dan menunjukkan file yang akan diekstraksi
• tar –cf backup.tar /home/ftp/pub membuat file tar bernama backup.tar dari isi direktori /home/ftp/pub
• tar –tvf example.tar menampilkan isi dari example.tar pada screen.
7 GZIP
Gzip merupakan format ZIP UNIX yang asli. Biasanya membentuk file tar terlebih dahulu dan kemudian mengkompresi dengan menggunakan gzip. File-file ini mempunyai ekstensi .tar.gz yang menunjukkan file tar yang di-zip dengan gzip. Selain itu juga terdapat file berekstensi .tgz. File ini merupakan file kompresi dengan gzip yang kompatibel dengan WinZip dan PkZip. Sehingga file zip pada UNIX dapat di unzip pada Windows.
Contoh :
• Untuk kompresi file menggunakan gzip, eksekusi perintah berikut : gzip filename.tar (dimana filename.tar adalah nama file yang dikompres). Hasil dari operasi ini adalah file yang bernama filename.tar.gz. Defaultnya, gzip akan menghapus file filename.tar
• Untuk dekompresi file menggunakan gzip, eksekusi perintah berikut : gzip –d filename.tar.gz. Hasil dari operasi ini adalah file bernama filename.tar. Defaultnya, gzip akan menghapus file filename.tar.gz
.TUGAS PENDAHULUAN:
1. Apa yang dimaksud dengan RPM? Sebutkan fungsi-fungsi RPM
RPM (RedHat Packet Manajemen) adalah manajemen paket software pada linux RPM berfungsi untuk mengatur instalasi paket software, maintenance/upgrade dan menghapus paket software dari sistem atau lebih dikenal instal dan remove. Menghitung besar paket yang disesuaikan dengan kapasitas penyimpanan disk yang masih ada.2. Sebutkan opsi-opsi yang digunakan pada perintah RPM dan jelaskan maksudnya
- i : Menampilkan informasi yang lebih rinci
- l : List (daftar) semua file
- d : Tampilkan hanya file dokumentasi saja
- e : Tampilkan hanya konfigurasi file
- f : Info tentang paket memiliki file apa saja
- p : berfungsi pada paket yang belum diinstalasi
- -scripts : Menampilkan script untuk instalasi
PERCOBAAN:
1. Login sebagai root.
2. Bukalah Console Terminal dan lakukan percobaan-percobaan di bawah
ini kemudian analisa hasil percobaan.
3. Selesaikan soal-soal latihan.
Percobaan
1 : RPM Query
1.
Pada percobaan ini paket samba
dapat didownload pada website http://www.samba.org. Tetapi pada percobaan ini sudah disediakan pada halaman
website ini.
2.
Ekstrak file samba menggunakan
perintah tar
#
tar –xvf samba
Percobaan 2 : Menghapus Paket
1. Opsi –e digunakan untuk menghapus paket yang sudah instalasi. Bila ada ketergantungan paket lain atas paket yang akan dihapus, maka RPM membatalkan penghapusan tersebut
# rpm –q apache
# rpm –e apache
2. Paket apache tidak bisa dihapus karena masih ada paket lain yang tergantung atas paket tersebut, yaitu modul PHP. Maka paket mod_php3 harus dihapus lebih dahulu
# rpm –e mod_php3
3. Setelah itu paket apache baru bisa dihapus
# rpm –e mod_php3
# rpm –q --scripts samba
Percobaan 3 : Menggunakan TAR
1. Logout dari root dan login sebagai <user>.
2. Pastikan berada pada home directory. Dan lihatlah isi home direktori Pindah ke direktori Desktop. Setelah itu kembali ke home direktori
$ cd
$ ls –al
$ cd Desktop
$ cd
3. Buatlah file tar pada direktori Desktop
$ tar –cvf desktop.tar Desktop
$ ls -al
4. Rename direktori Desktop menjadi Desktop.old. Lihatlah file desktop.tar pada direktori Desktop.old
$ mv Desktop Desktop.old
$ ls –l
$ cd Desktop.old
$ ls –l
$ cd ..
5. Ekstraksi isi dari file tar. Lihatlah isi direktori dan seharusnya akan terlihat direktori Desktop yang original
$ tar –xvf desktop.tar
$ ls –al
$ cd Desktop
6. Hapus direktori Desktop
$ rm –rf Desktop
Percobaan 4 : Menggunakan GZIP
1. Buatlah file gzip dari desktop.tar, pastikan terbentuk file desktop.tar.gz
$ gzip desktop.tar
$ ls –al
2. Dekompresi file gzip desktop.tar.gz dan cobalah untuk ekstraksi isi file tar
$ gzip –d desktop.tar.gz
$ ls –al
$ tar –xvf desktop.tar
$ ls –al
$ cd Desktop
3. Hapus file tar dan direktori Desktop.old
$ rm desktop.tar
$ rm -rf Desktop.old
LATIHAN:
Buatlah file menggunakan editor vi dengan nama [Nama Anda].txt. Pada file ini tuliskan langkah-langkah membuat file zip dari suatu direktori pada Linux. Kemudian file tersebut buatlah menjadi file tar dan kompresi file tersebut menggunakan gzip.
Keterangan :
Pada kali ini saya menggunakan perintah nano lalu saya menuliskan nama saya kerna saya menggunakan distro ubuntu. Lalu tekan enter.
Keterangan :
Lalu kita ke penyuntingan pada
perintah nano. Kemudian pada file jeffri.txt kita isikan dengan
langkah-langkah membuat file zip. Setelah selesai menuliskan langkah-langkah
lalu simpan file ini dengan menekan ctrl + x lalu tekan enter
Keterangan :
Setelah kita selesai menyimpan file tadi, lalu kita akan mengubah file ke bentuk tar dengan perintah tar -cvf jeffri.tar Desktop/.
Keterangan :
Kemudian
file tersebut sudah menjadi .tar langkah kemudian kita akan mengekstrak file
tadi menggunakan perintah gzip.
KESIMPULAN
- Pada percobaan ini kita dapa mengetahui bagaimana cara mengubah, membuat dan mengatur sebuah ektensi suatu file pada distro linux dengan perintah-perintah yang ada.
- Setiap system Linux mempunyai manajemen paket software, Misalnya RPM (RedHat Package Management) yang berfungsi mengatur instalasi paket software, maintenance/upgrade dan menghapus paket software dari system, atau lebih dikenal dengan install dan uninstall (install / remove). RPM ini menyimpan informasi tentang paket yang diinstalasi dalam sebuah database. Penghapusan paket berarti juga menghapus semua files dan direktori yang terdaftar pada database tersebut, lengkap dengan nama PATH (lokasi diman afile dan direktori tersebut berada).
Komentar
Posting Komentar