LINUX BOOTING PROCESS
LAPORAN PRAKTIKUM
SISTEM OPERASI LINUX
Tentang :
LINUX BOOTING PROCESS
Oleh :
Nama : Jeffri Aprian Purba
NIM : 180342036
Kelas : BM-5A
POLITEKNIK NEGERI JAKARTA
JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
PRODI BROADBAND MULTIMEDIA
2020
POKOK BAHASAN:
ü Linux Booting Process
TUJUAN BELAJAR:
Setelah
mempelajari materi dalam bab ini, mahasiswa diharapkan mampu:
ü Mengetahui inisialisasi
booting proses pada sistem operasi Linux
ü Melakukan perubahan inisia lisasi
booting proses
DASAR TEORI:
1 PC BOOT DAN LINUX INIT PROCESS
Pada praktikum ini membahas PC boot process dan inisialisasi sistem operasi Linux pada aplikasi background (daemons/service).
- BIOS : Basic Input/Output System adalah antar muka level
terendah antara komputer dan
peripheral. Bios melakukan pemeriksaan pada memori dan mencari instruksi pada Master Boot Record (MBR) pada floppy atau hard drive.
- MBR menunjuk ke boot loader (LILO : Linux boot loader)
- LILO akan menanyakan label sistem operasi
yang akan mengidentifikasi kernel yang dijalankan. Kernel akan
menjalankan sistem operasi Linux.
- Yang pertama kali dikerjakan oleh kernel adalah menjalankan program
init. Init adalah root/parent dari semua proses yang dijalankan
pada Linux
- Proses per tama yang memulai init adalah skrip /etc/rc.d/rc/sysinit.
- Berdasarkan run-level yang ditentukan, skrip dieksekusi untuk memulai proses tertentu untuk menjalankan sistem dan membuat sistem lebih fungsional.
2. LINUX INIT PROCESS
Proses init adalah langkah terakhir pada prosedur
boot dan diidentifikasi sebagai process ide “1”. Init
bertanggung-jawab untuk memulai proses sistem seperti yang ditentukan pada file
/etc/inittab. Init biasanya memulai “getty” yang menunggu layar
login yang menandakan proses shell seorang user. Pada
saat shutdown, init mengontrol
urutan dan proses untu shutdown. Proses
init tidak pernah shut down. Proses init merupakan proses user dan bukan proses
sistem kernel meskipun dijalankan sebagai root.
Proses sistem :
Process ID Description
0
The Scheduler
1
The init process
2
kflushd
3
kupdate
4
kpiod
5
kswapd
6
mdrecoveryd
3. PROSEDUR
BOOT
Linux
mempunyai 6 state
operasi dimana “0” adalah
shutdown state dan “3” keatas adalah operasional penuh dengan
semua proses yang esensial dijalankan untuk interaksi user. Berdasarkan sistem boot, Linux sistem akan melakukan :
· Mengeksekusi program /sbin/init yang
memulai semua proses-proses lain. Program ini akan diberikan ke mesin oleh
proses awal yang didefinisikan pada file
/etc/inittab
·
Komputer akan di-booting ke runlevel yang didefinisikan
oleh baris initdefault
pada file /etc/inittab.
id:5:initdefault:
Pada contoh diatas, runlevel ”5” dipilih. Runlevel “5” akan
melakukan booting sistem pada mode GUI menggunakan XDM dan X-Windows. Booting ke runlevel ”3”
(biasanya disebut mode console) biasanya digunakan oleh server yang tidak
memerlukan GUI.
File inittab mengijinkan menggunakan kunci (Ctrl-Alt-Del), memulai dial
ke koneksi internet dll.
·
Satu
dari proses-proses yang dimulai oleh init adalah /sbin/rc. Skrip ini menjalankan
sekumpulan skrip pada direktory /etc/rc.d/rc0.d/,
/etc/rc.d/rc1.d,
/etc/rc.d/rc2.d dan seterusnya.
·
Skrip pada direktory tersebut
dieksekusi pada setiap boot state dari oeprasi sampai menjadi operasi yang lengkap. S krip mulai dengan S yang
merupakan skrip startup sedangkan skrip yang dimulai dengan K menandakan skrip
shutdown (kill). Angka yang mengikuti huruf tersebut merupakan
urutan eksekusi (terendah
ke tertinggi)
Jika Anda menginstall semua daemons
(proses bac kground), Linux akan menjalankan semua , menyebabkan mesin lebih
lambar. Kita bisa memulai (start) / menghentikan (stop) daemon secara
individual dengan mengubah direktory :
/etc/rc.d/init.d
(Redhat)
dan
diikuti perintah pilihan start, stop, status, restart atau reload, misalnya untuk stop web server
:
cd /etc/rc.d/init.d httpd stop
Gunakan perintah ps
– aux untuk melihat semua proses pada mesin Anda.
4. LINUX RUN
LEVEL
Runlevel “3” akan booting dalam mode
teks atau console dan “5” akan booting dalam mode gr aphical login.
State pada Runlevel
/ Halt :
0
shutdown
(Do NOT set initdefault
to this)
1
Single
user mode
2
Multiuser, without NFS (The same as 3, if you do not have networking)
3
Default text start. Full multiuser
4
unused
5 X11
6 Reboot (Do NOT set initdefault to this)
Anda bila melakukan perpindahan level
init dengan menggunakan perintah init
dengan runlevel tertentu. Gunakan perintah ”init#” dimana # adalah satu dari 0, 1, 3, 5,
6. Dapat juga menggunakan perintah telinit.
Skrip untuk run level yang diberikan dijalankan selama
boot dan
shutdown. Skrip ditemukan pada direktory /etc/rc.d/rc#.d/ dimana simbol # menandakan run level, misalnya
run level ”3” akan menjalankan semua skrip pada direktory
/etc/rc.d/rc3.d/ yang dimulai dengan huruf ”S” selama sistem boot.
Skrip ini akan menjalankan
proses background yang dibutuhkan oleh sistem. Pada saat shutdown semua skrip
pada direktory yang dimulai dengan huruf ”K” akan dieksekusi. Sistem ini
menyediakan urutan sistem ke state yang berbeda untuk mode produksi dan maintenance.
TIP : Daftar state dan run level dari semua service dimulai oleh ini : chkconfig –list
GUI tool : /usr/X11R6/bin/tksysv
5. AKTIVASI
SKRIP INIT
Menambah suatu skrip ke direktory
/etc/rc.d/rc#.d/ baik prefik S atau K, menambah skrip ke proses boot atau shutdown. Skrip berjalan dengan
urutan numerik. S20abc dijalankan sebelum S30xyz. Keberadaan prosedur
boot dan shutdown ini merupakan
kekuatan sistem operasi UNIX. Inisialisasi
proses dengan urutan tertentu
dapat dikoordinasikan untuk
proses dependent. Shutdown dari
proses biasanya dibutuhkan untuk
program yang kompleks misalnya database.
Proses individual dapatkemunginan dimonitore, shutdown dan start pada sembarang waktu menggunakan
skrip tersebut. Misalnya /etc/rc.d/rc2.d/httpd start. Mofidikasi start,
stop atau status kemungkinan digunakan.
Skrip start / stop /status berada pada
direktory /etc/rc.d/init.d/ adalah suatu link
ke direktory sebenarnya.
Link tersebut kemungkinan
dibuat atau dihapus
menggunakan perintah chkconfig, misalnya chkconfig –del httpd akan
menghapus web server dari proses startup dan shutdown.
Sebaliknnya chkconfig
– add httpd akan menambahke ke proses startup/shutdown dengan
membangkitkan link dari skrip pada /etc/rc.d/init.d/
ke direktory /etc/rc.d/rc#.d/ yang sebenarnya. Untuk informasi lebih lanjut gunakan halaman manual LINUX untuk init.
Pada Red Hat 9.0, GUI tool /usr/bin/redhat-config-services
dapat membantu untuk mengkonfigurasi service untuk start dan
menyediakan deskripsi untuk setiap service yang
tersedia. Service dasar meliputi :
|
Sistem Service |
Deskripsi |
|
anacron |
Run jobs
which were scheduled for execution while computer was turned off. Catch up with system duties. |
|
arpwatch |
Keeps track
of IP address to MAC address pairings |
|
atd |
Run
scheduled batch jobs. |
|
autofs |
automounts
file systems on demand. |
|
crond |
Job sheduler
for periodic tasks |
|
gpm |
Allows
console terminal cut and paste. (Non X-window consoles) |
|
https |
Apache web
server. |
|
iptables |
Firewall
rules interface to kernel |
|
keytable kudzu |
Loads se
lected keyboard map as set in /etc/sysconfig/keyboard New harware probe/detection during system boot. |
|
lpd |
Network
printer services |
|
microcode_ctl mysqld |
Uploads microcode to kernel and ultimately to
the Intle Pentium processor. (Hardware specific.) Database services |
|
named DNS |
name services
(Bind) |
|
network |
Active
network services during system boot. |
|
nfs |
Network file
system. Unix file sharing services. |
|
nscd |
Password and group lookup services for use with network authentication (NIS, LDAP,...). |
|
ntpd |
Network Time
Protocol time synchronization services. |
|
random |
Random number
generation tool used for encryprion |
|
rawdevices |
Enables raw
IO. Useful for Oracle and software which utilizes this |
|
|
for high speed disk access. |
|
smb |
SAMBA: MS/Windows PC file s
haring services |
|
syslog |
System log file facility. |
|
ypbind NIS |
file sharing/authentication
infrastructure service. |
|
yppasswd |
NIS file sharing/authentication
infrastructure service. |
|
xfs |
X-Windows font server. |
Service utama yang direkomendasikan
adalah : anacron, ard, autofs, crond, gpm,
iptables, keytable, kudzu, microcode_ctl (Intel32 hardware
only), network, random. syslog
Graphics
Workstation - add: xfs File Server for PC clients - add: smb Print Server -
add: lpd atau cups
File
server Linux/Unix clients - add: nfs,
netfs, nfslock, portmap, ypbind, yppasswd, ypserv
Web Server - add: httpd,
tux, xinetdi, sshd
6. SKRIP INIT
Skrip init berada pada
direktory /etc/rc.d/script-name. Gunakan perintah chkconfig untuk
membangkitkan soft link ke direktory yang sebenarnya untuk beberapa run level.
#!/bin/sh #
# Startup script for program
#
# chkconfig: 345 85 15 - This statement tells the chkconfig command how to add or delete this process to the boot process
# description: Description of program # processname: process-name
# pidfile: /var/run/process-name.pid
# Source function library. This creates the operating
environment for the process to be started
. /etc/rc.d/init.d/functions case "$1" in
start)
echo -n "Starting process-name: "
daemon process-name -Starts only one process of a given name.
echo
touch /var/lock/subsys/process-name
;;
stop)
echo -n "Shutting down process-name: " killproc process -name
echo
rm -f /var/lock/subsys/process-name
rm
-f /var/run/ process-name.pid - Only if
process
generates this file
;;
status)
status process-name
;;
restart)
$0 stop
$0 start
;;
reload)
echo -n "Reloading process-name: " killproc process -name -HUP
echo
;;
*)
esac exit 0
echo "Usage:
$0 {start|stop|restart|reload|status}"
exit 1
Fungsi skrip bash daemon,
killproc dan status
dapat ditemukan dalam skrip /etc/rc.d/functions.
Skrip
harus dieksekusi untuk menjalankannya (chmod
+x script-name) Misalnya skrip digunakan untuk memulai dan
menghentikan proses seperti
/etc/rc.d/init.d/httpd restart
/etc/rc.d/init.d/httpd
stop
/etc/rc.d/init.d/httpd
start
atau menggunakan perintah service : service httpd restart service httpd stop service httpd start
Dua baris dalam skrip
yang memungkinkan perintah chkconfig
mengontrol skrip untuk proses boot dan shutdown
adalah
# chkconfig: 345 85 15
# description:
Description of program
Bila menambahkan ke proses booting menggunakan perintah "chkconfig -- add script-name" awal order/priority akan diset 80 sedangkan stop/shutdown diset
15.
Proses akan ditambahkan ke runlevel 3, 4, dan 5. Hal ini dapat dilakukan dengan
membangkitkan link dari
lokasi skrip (/etc/rc.d/init.d/) ke direktori
run level :
/etc/rc.d/rc#.d/. Nama file
dalam direktory run level akan menunjukkan apa yang digunakan untuk boot (mulai dengan “S”) atau shutdown
(mulai dengan “K”).
7. CHKCONFIG
Perintah chkconfig
membangkitkan dan memutuskan link antara direktori
/etc/rc.d/init.d/ dan direktori run
level /etc/rc.d/rc [0-6].d/ untuk mengontrol inisialisasi proses boot dan proses shutdown.
chkconfig [--level <levels>] <name> on | off | reset > chkconfig --list
chkconfig --list chkconfig --add <name> chkconfig
--del <name>
chkconfig --level 0123456
<name> o ff
Contoh :
chkconfig --level 345 httpd on
-
apache
diberikan 3, 4 dan 5.
chkconfig --add httpd
- memulai web server
daemon pada system boot.
chkconfig --del sen dmail
- Tidak memulai sendmail daemon pada system boot.
chkconfig --list ]
- Daftar semua servis dan
level init.
chkconfig --list | grep on
- Daftar semua
service yang dimulai pada sistem boot
TUGAS PENDAHULUAN :
Sebagai tugas pendahuluan, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini :
1. Sebutkan inisialisasi proses apa saja yang dilakukan oleh sistem
operasi Linux pada saat booting
§ BIOS: Basic Input/Output System merupakan interface level paling bawah yang menghubungkan antara komputer dan periperalnya. BIOS melakukan pengecekan integritas memori dan mencari instruksi pada? Master Boot Record (MBR) yang terdapat pada floppy drive atau harddisk.
§ MBR menjalankan boot loader. Di linux, boot loader yang sering dipakai adalah LILO (Linux Loader) dan GRUB (GRand Unified Boot loader). Pada Red Hat dan Turunannya menggunakan GRUB sebagai boot loader.
§ LILO/GRUB akan membaca label sistem operasi yang kernelnya akan dijalankan. Pada boot loader inilah sistem operasi mulai dipanggil. Untuk mengkonfigurasi file grub, buka filenya di /boot/grub/grub.conf
§ Setelah itu, tanggung jawab untuk booting diserahkan ke kernel. Setelah itu, kernel akan menampilkan versi dari kernel yang dipergunakan, mengecek status SELinux, menegecek paritisi swap, mengecek memory, dan sebagainya.
§ Kernel yang dipanggil oleh bootloader kemudian menjalankan program init, yaitu proses yang menjadi dasar dari proses - proses yang lain. Ini dikenal dengan nama The First Process. Proses ini mengacu pada script yang ada di file /etc/rc.d/rc.sysinit.
§ Program init kemudian menentukan jenis runlevel yang terletak pada file /etc/inittab. Berdasarkan pada run-level, script kemudian menjalankan berbagai proses lain yang dibutuhkan oleh sistem sehingga sistem dapat berfungsi dan digunakan. Runlevel adalah suatu parameter yang mengatur servis yang akan dijalankan misalnya single user,reboot, shutdown, dan sebagainya. Program yang mengatur runlevel ini adalah init yang terletak pada direktori /etc/inittab. Ini adalah file di /etc/inittab:
2. Apa yang dilakukan sistem operasi Linux pada saat booting ?
Mounting perangkat – perangkat yang terpasang dan melakukan beberapa inisialisasi proses-proses yang akan berjalan pada system.
3. Apakah isi dari file
/etc/inittab. Sebutkan sistem proses yang dapat dimasukkan pada variabel initdefault dan jelaskan maksudnya.
Berisi perintah – perintah untuk memulai system. Computer setelah selesai melakukan inisialisasi selanjutnya akan di bootng ke run level yang didefinisikan oleh intidefault.
4. Apa yang dimaksud
dengan run level pada linux ? Sebutkan
perbedaan file pada
/etc/rc.d/rc#.d/ yang menggunakan
awalan ”S” dan awalan ”K”.
Run level pada linux adalah proses kelanjutan dari booting linux yang salah satu fungsinya adalah untuk booting untuk masuk dalam mode teks atau GUI. Skrip yang dimulai dengan huruf “S” akan dijalankan selama system boot dan kemudian akan berjalan pada background, dan skrip yang berawalan huruf “k” akan dieksekusi pada saat shutdown, system ini menyediakan urutan system ke state yang berbeda untuk mode aktivasi skrip init.
5. Apa yang dimaksud dengan perintah service
dan chkconfig ?
Service menjalankan script system init dan berjalan sebagai proses yang dapat diprediksi.
Chkconfig adalah perintah untuk membangkitkan soft link kedirektori yang sebenarnya untuk beberapa run level.
PERCOBAAN:
1. Login sebagai root.
2. Bukalah Console Terminal dan lakukan percobaan-percobaan di
bawah ini kemudian analisa hasil percobaan.
3. Selesaikan soal-soal latihan.
Percobaan 1 : Linux INIT Process
1. Program /sbin/init akan dijalankan pada saat booting. Eksekusi program ini berdasarkan file /etc/inittab. Lihatlah isi file /etc/inittab dan perhatikan mode default runlevel pada baris initdefault
# cat /etc/inittab
Analisa :
Tidak ditemukan file /etc/inittab.
2. Berdasarkan runlevel yang dipilih, proses init kemudian mengeksekusi skrip startup yang berada pada sub direktory /etc/rc.d. Skrip yang digunakan untuk run level 0 sampai dengan 6 berada pada sub directory
/etc/rc.d/rc0.d sampai /etc/rc.d/rc6.d.
# ls -l /etc/rc.d
Analisa :
Tidak ditemukan folder /etc/rc.d
3. Setiap nama file pada direktori misalnya /etc/rc.d/rc5.d dimulai dengan huruf “S” merupakan skrip startup sedangkan skrip yang dimulai dengan huruf “K” merupakan skrip shutdown. Angka yang mengikuti "K" atau "S" menandakan urutan skrip yang dijalankan. Contohnya ”kudzu” denga n nilai ”05” dijalankan sebelum ”wlan” dengan nilai ”09”
# ls /etc/rc.d/rc5.d
Percobaan 2 : Menentukan default boot runlevel
Tidak dapat dilakukan sebab tidak ditemukannya file inittab.
Percobaan 3 : Menggunakan Console GUI
1. Kita dapat masuk ke console GUI jika sistem berada pada mode teks. Pertama ubahlah variabel initdefault pada file /etc/inittab dan ubahlah ke mode 3 atau dengan menggunakan perintah init
# init 3
Analisa :
Perintah # init 3 berfungsi memperluas multiuser mode, kita dapat membuat local resource share pada network kita. sehingga kita bisa berbagi data di level ini dalam network.
2. Metode Manual : Jalankan aplikasi X terminal GUI dengan menjalankan perintah “startx” pada console VGA. Untuk keluar gunakan logout
# startx
Analisa :
Perintah # startx merupakan skrip yang hanya menjalankan X server. Startx akan menampilkan aplikasi X di terminal GUI. Namun saat saya mencobanya, layar saya hanya menampilkan layar hitam yang kosong. Maka dari itu untuk melanjutkan praktikum selanjutnya, saya harus restart OS Linux.
3. Metode Otomatis : Anda dapat menjalankan X terminal GUI setiap kali reboot menggunakan perintah init. Anda harus mengedit variabel initdefault”pada file /etc/inittab seperti percobaan 2 agar setiap booting masuk ke mode GUI. Ubahlah kembali ke mode 5.
# init 5
Analisa :
Perintah # init 5 berfungsi untuk menyetel run-level mesin ke 5, yang berarti eksekusi semua program / layanan yang ditugaskan ke level 5; server X adalah salah satunya.
Percobaan 4 : Menggunakan Virtual Console
Tidak dapat dilakukan sebab tidak ditemukannya file inittab.
CTRL+ALT+F7 juga tidak dapat dilakukan sebab VirtualBox akan mengalihkan mouse dari virtual PC ke PC aslinya.
Percobaan 5 : Shutdown dan rebotting system
1. Perintah init akan mengubah runlevel, untuk shutdown nilainya adalah 0.
# init 0
Analisa :
Perintah # init 0 berfungsi untuk mematikan PC
2. Perintah shutdown menyebabkan efek yang sama. Opsi ”–y” untuk mengabaikan prompt pesan dan ”– h” untuk halt sistem. Opsi 0 menunjukkan berapa lama menunggu memulai prosedur, dalam hal ini 0 menit.
# shutdown –hy 0
Analisa :
Perintah # shutdown –hy 0 berfungsi untuk :
· –y : mengabaikan prompt pesan
· –h : halt sistem
· 0 : menunjukkan berapa lama menunggu memulai prosedur, dalam hal ini 0 menit.
3. Anda juga bisa menggunakan perintah init untuk reboot sistem dengan memasukkan runlevel 6
# init 6
Analisa :
Perintah # init 6 berfungsi untuk reboot PC
4. Perintah reboot menpunyai efek yang sama, tetapi juga mengirimkan pesan warning ke semua user
# reboot
Analisa :
Perintah # reboot berfungsi untuk untuk mereboot/ memulai kembali sistem
5. Reboot juga dapat dilakukan dengan perintah shutdown menggunakan opsi “-r” dan menentukan delai misalnya 10 menit.
# shutdown –ry 10
Analisa :
Perintah # shutdown –ry 10 berfungsi untuk shutdown dan menentukan delay misalnya 10 menit.
Percobaan 6 : Berpindah ke mode single user
1. Beberapa aktifitas membutuhkan sistem untuk log off semua user, aplikasi dan networkin g sehingga hanya sistem administrator yang mengakses sistem dari console VGA. Alasan lainnya adalah untuk memperbaiki password ”root”.
2. Jika sistem berjalan normal, berpindah ke mode single user dapat dilakukan dengan perintah init dan memasukkan runlevel 1.
# init 1
Analisa : Perintah # init 1 befungsi untuk kembali ke single user mode dan membuka semua file yang user lain tidak bisa gunakan. Namun saat saya mencoba nya, di layar laptop saya hanya menampilkan tampilan kosong berwarna hitam.
3. Perintah diatas tidak memberikan warning ke user dan perintah shutdown tidak mempunyai opsi mode single user. Hal ini akan muncul dengan menjalankan perintah shutdown dengan delay.
# shutdown 1
Analisa : Perintah # shutdown 1 berfungsi untuk mematikan laptop dengan delay 1 menit.
Percobaan 7 : Berpindah ke mode single user pada layar Grub
Tidak dapat melakukan perintah diatas sebab tidak adanya command grub.
Percobaan 8 : Berpindah ke default runlevel dari mode single user
Tidak dapat melakukan perintah bash-2.05b# exit sebab tidak adanya command bash.
Percobaan 9 : Memperbaiki password root
3. Kadangkala anda kehilangan atau lupa pada password root, atau sistem administrator sebelumnya tidak memberi password kepada Anda
4. Masuk ke console VGA dan tekan <CTRL> <ALT> <DEL>. Sistem akan shutdown
5. Reboot sistem dan masuk ke mode single user
6. Setelah masuk ke command prompt, ubahlah password root. Mode single user mengasumsikan orang pada consol sebagai “root”, sehingga anda tidak perlu menentukan nama user “root”
7. Masuk ke default runlevel dengan menggunakan perintah “exit”.
Jika saya menggunakan perintah CTRL+ALT+DEL akan membuat virtual laptop dan laptop saya mati. Maka dari itu saya menggunakan perintah passwd root.
Percobaan 10 : Menggunakan perintah chkconfig
Tidak dapat menggunakan perintah chkconfig sebab perintah tersebut tidak terdeteksi.
LATIHAN :
1. Pada percobaan 1 lihatlah urutan eksekusi pada saat startup dan shutdown pada runlevel 5 untuk file :
a. netfs
b. pcmcia
c. nfslock
d. kudzu
e. portmap
f. wlan
g. isdn
h. ne twork
i. syslog
j. keytable
Jawab :
Tidak terdapat file seperti yang ditujukkan pada soal.
2. Laporkan hasil perubahan password pada mode single user pada percobaan 9. Gunakan password root “redhat” (jangan lainnya !).
Jawab :
Disini saya menggunakan perintah passwd root untuk mengganti password pada root.
3. Apakah kegunaan menggunakan perintah service ? Berikan contoh.
Jawab :
Kegunaan perintah service (file ASCII) ialah menyediakan pemetaan antara nama tekstual untuk layanan internet, yang mendasari nomor port yang ditugaskan dan jenis protokol. Setiap program jaringan harus melihat ke dalam file ini untuk mendapatkan nomor port (dan protokol) untuk layanan. Misalnya seperti untuk dns dan mysql.
4. Apa kegunaan menggunakan perintah chkconfig ? Berikan contoh.
Jawab :
Tidak dapat memberikan contoh sebab perintah chkconfig tidak terbaca. Chkconfig memiliki fungsi seperti menambah layanan baru untuk manajemen, menghapus layanan dari manajemen, memeriksa keadaan startup layanan tertentu, daftar informasi startup saat ini untuk layanan, dan mengubah informasi startup untuk layanan.
KESIMPULAN :
Berdasarkan praktikum yang saya lakukan diatas, pada OS Linux kita dapat :
1. Mengetahui inisialisasi booting proses pada system operasi Linux
2. Melakukan perubahan inisialisasi booting proses
3. Terdapat 3 urutan booting pada OS Linux, yaitu BIOS, MBR, LILO/GRUB.
REFERENSI :
https://docplayer.info/46345161-Laporan-praktikum-sistem-operasi.html
https://www.slideshare.net/IndahKusumawati3/laporan-praktikum-sistem-operasi-modul-9-dan-10
Komentar
Posting Komentar