Unix System Call dan Manajemen Memory

 

                                                                LAPORAN PRAKTIKUM

SISTEM OPERASI  LINUX

 


Tentang :


Unix System Call dan Manajemen Memory 


Oleh :

 

                      Nama                : Jeffri Aprian Purba

      NIM                   : 180342036

Kelas                 : BM-5A

 

 

 

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO

PRODI BROADBAND MULTIMEDIA

2020


POKOK BAHASAN:

 

ü  UNIX System Call

ü  Manajemen Memory

 

TUJUAN BELAJAR:

 

Setelah mempelajari materi dalam bab ini, mahasiswa diharapkan mampu:

ü  Menggunakan system call fork, wait dan execl pada Linux.

ü  Menggunakan perintah-perintah untuk manajemen memory.

 

 

DASAR TEORI:

 1     UNIX SYSTEM CALL

Pada praktikum ini akan dilakukan percobaan menggunakan system call yang berhubungan dengan proses pada system operasi UNIX yang biasa  disebut  UNIX System Call, yaitu system  call  fork, execl dan wait.  Pada percobaan yang dilakukan  akan dibuat program yang didalamnya terdapat fungsi system call. Untuk  menjalankannya pada Linux gunakan g++.

    

    System Call Fork

System  call fork adalah suatu system call yang membuat suatu proses baru  pada system operasi UNIX. Pada percobaan ini menggunakan  mesin  Linux  dan beberapa program yang berisi system call fork().

Bila suatu program berisi sebuah fungsi fork(), eksekusi dari program menghasilkan eksekusi dua proses. Satu proses dibuat untuk memulai eksekusi

program. Bila system call fork() dieksekusi, proses lain dibuat. Proses asal disebut proses parend dan proses kedua disebut proses child. Proses child merupakan duplikat dari proses parent. Kedua proses melanjutkan eksekusi dari titik dimana system call

fork() menghasilkan eksekusi pada program utama. Karena UNIX adalah system operasi time sharing, dua proses tersebut dapat mengeksekusi secara konkuren.

Nilai yang dihasilkan oleh fork() disimpan dalam variable bertipe pid_t, yang berupa nilai integer. Karena nilai dari variable ini tidak digunakan, maka hasil

fork() dapat diabaikan.

·       Untuk kill proses gunakan Ctrl+C.

·       Untuk dokumentasi fork() dapat dilihat dengan ketikkan man 2 fork.

·       Untuk melihat id dari proses, gunakan system call getpid()

·       Untuk melihat dokumentasi dari getpid(), ketikkan man 2 getpid

Perbedaan antara proses parent dan proses child adalah

·       Mempunyai pid yang berbeda

·       Pada proses parent , fork() menghasilkan pid dari proses child jika sebuah  proses child dibuat.

·       Pada proses child, fork() selalu menghasilkan 0

·       Membedakan copy dari semua data, termasuk variable dengan current value dan stack

·       Membedakan program counter (PC) yang menunjukkan eksekusi berikutnya meskipun awalnya keduanya mempunyai nilai yang sama teta pi setelah itu berbeda.

·       Setelah fork, kedua proses tersebut tidak menggunakan variable bersama.


 

System call fork menghasilkan :

·       Pid   proses    child   yang   baru   ke   proses    parent,   hal   ini   sama dengan memberitahukan proses parent nama dari child-nya

·       0 : menunjukkan proses child

·       -1 : 1 jika terjadi error, fork() gagal karena proses baru tidak dapat dibuat.

 

System Call Wait

System call wait menyebabkan proses menunggu sinyal (menunggu sampai sembarang tipe sinyal diterima dari sembarang proses). Biasanya digunakan oleh proses parent untuk menunggu sinyal dari system operasi ke  parent  bila  child  diterminasi.  System call wait menghasilkan pid dari proses yang mengirimi sinyal. Untuk melihat dokumentasi wait gunakan perintah man 2 wait.

 

System Call Execl

Misalnya kita ingin proses baru mengerjakan sesuatu yang berbeda dari proses parent, sebutlah menjalankan program yang berbeda. Sistem call execl meletakkan program executable baru ke memory dan mengasosiasikannya dengan proses saat itu. Dengan kata lain, mengubah segala sesuatunya sehingga program mulai mengeksekusi dari file yang berbeda.

 

2     MANAJEMEN MEMORY

Linux mengimplementasikan sistem virtual memory demand-paged. Proses mempunyai besar memory virtual yang besar (4  gigabyte).  Pada  virtual  memory dilakukan transfer page antara disk dan memory fisik.

Jika tidak terdapat cukup memory fisik, kernel melakukan swapping beberapa page lama ke disk. Disk drive adalah perangkat mekanik yang membaca dan menulis ke disk yang lebih lambat dibandingkan mengakses memory fisik. Jika memory total page lebih dari memory fisik yang tersedia, kernel lebih banyak melakukan swapping dibandingkan eksekusi kode program, sehingga terjadi thrashing dan  mengurangi  utilitas.

Jika memory fisik ekstra tidak digunakan, kernel meletakkan kode program sebagai disk buffer cache. Disk buffer menyimpan data disk yang diakses di memory;  jika data yang sama dibutuhkan lagi dapat dengan cepat diambil dari cache.

Pertama kali sistem melakukan booting, ROM BIOS membentuk memory test

seperti terlih at berikut :

ROM BIOS (C) 1990 008192 KB OK WAIT......

Kemudian informasi penting ditampilkan selama proses booting pada linux seperti  terlihat berikut :

Memory: 7100k/8192k available (464k

kernel code, 384k reserved, 244k data) ...

Adding Swap: 19464k swap-space

Informasi diatas menampilkan jumlah RAM tersedia setelah kernel di-load ke memory (dalam hal ini 7100K dari 8192K). Jika ingin melihat  pesan  saat  booting  kernel  yang terlalu cepat dibaca dapat dilihat kembali dengan perintah dmesg.

Setiap Linux dijalankan, perintah free digunakan untuk menampilkan total  memory  yang tersedia. Atau menggunakan cat /proc/meminfo. Memory fisik dan ruang  swap ditampilkan disini. Contoh output pada sistem :

total used free shared buffers

Mem:  7096 5216 1880  2328     2800

Swap: 19464 0   19464

Informasi ditampilkan dalam kilobyte (1024 byte). Memory ”total” adalah jumlah tersedia setelah load kernel. Memory digunakan untuk proses atau  disk  bufferring sebagai used”. Memory yang sedang tidak digunakan  ditampilkan  pada  kolom  free”. Memory total sama dengan jumlah kolom useddan free”.

Memory diindikasikan shared yaitu berapa banyak memory yang digunakan lebih  dari satu proses. Program seperti shell mempunyai lebih dari satu proses yang berjalan. Kode executable read-only dan dapat disharing oleh semua proses yang berjalan pada

shell. Kolom “buffers” menampilkan berapa banyak memory digunakan untuk disk buffering.

Perintah free juga menunjukkan dengan jelas bagaimana swap space dilakukan dan berpa banyak swapping yang terjadi.

Percobaan berikut untuk mengetahui manajemen memory :

1.        Pada saat bootup, dengan satu user log in, dengan perintah free sistem melaporkan berikut :

 

Mem:

total

247184

used

145772

free

101412

shared   buffers  cached

0     10872   57564

-/+ buffers/cache:  77336

169848

Swap:  522072            0

522072

 

Terdapat free memory (4.4MB) dan sedikit disk buffer (1.1MB).

2.        Situasi berubah setelah menjalankan perintah yang membaca data  dari  disk  (command ls –lR /.)

Mem:

total

247184

used

230604

free

16580

shared

0

buffers  cached

45260   59748

-/+ buffers/cache: 125596

121588

Swap:  522072         308

522072

 

Disk buffer bertambah menjadi 2 MB.  Hal  ini  berakibat  pula  pada  kolom  used” dan memory freejuga berkurang.

 

Perintah top dan ps -u juga sangat berguna untuk menunjukkan bagaimana penggunaan memory berubah secara dinamis dan bagaimana  proses  individu  menggunakan memory. Contoh tampilannya :

USER

PID %CPU %MEM  VSZ

RSS TTY   STAT

START

TIME COMMAND

student

4581  0.0  0.3 4316

856 pts/0 S

10:25

0:00 bash

student

4699  0.0  0.2 2604

656 pts/0 R

10.39

0:00 ps -u


 

TUGAS PENDAHULUAN :

     

    Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini :

1.        Apa yang dimaksud dengan system call ?

2.        Apa yang dimaksud dengan sistem call fork(), execl() dan wait(). Jawablah dengan menggunakan perintah man (contoh : man 2 fork, man 2 execl dan man 2 wait) ?

3.        Apa yang dimaksud sistem virtual memory, proses swapping dan buffer cache pada manajemen memory ?

4.        Apa yang dimaksud perintah free dan cat /proc/meminfo ?

5.        Apa yang dimaksud perintah ps ?

 

 

PERCOBAAN:

                1.                 Login sebagai user.

                2.                 Bukalah Console Terminal dan lakukan percobaan-percobaan  di  bawah  ini  kemudian                 analisa hasil percobaan.

                3.                 Selesaikan soal-soal latihan.


Percobaan 1 : Melihat proses parent dan proses child

1.  Dengan menggunakan editor vi, buatlah file fork1.cpp dan ketikkan program berikut :

#include <iostream> using namespace std; #include <sys/types.h> #include <unistd.h>

/* getpid() adalah system call yg dideklarasikan pada unistd.h.

Menghasilkan suatu nilai dengan type pid_t.

pid_t adalah type khusus untuk process id yg ekuivalen dg int

*/

 

int main(void) { pid_t mypid; uid_t myuid;

 

for (int i = 0;  i < 3;  i++) mypid = getpid();

cout << "I am process " << mypid << endl;

cout << "My parent is process " << getppid() << endl; cout << "The owner of this process has uid " << getuid()

<< endl;

/* sleep adalah system call atau fungsi library yang menghentikan proses ini dalam detik

*/

sleep(1);

}

return 0;

}




2.   Gunakan g++ compiler untuk menjalankan program diatas

$ g++ -o fork fork 1.cpp

./fork 1

 


3.  Amati output yang dihasilkan

Analisa :

Program diatas adalah program yang bertujuan untuk melihat proses parent dan proses child. Salah satu cara melihatnya yaitu dengan melihat pid (process identifier) dan ppid (parent process identifier) dari proses. Untuk mendapatkan nilai pid dan ppid, maka menggunakan fungsi getpid() dan getppid() yang dideklarasikan pada unistd.h. Kedua fungsi tersebut akan mengembalikan nilai bertipe pid_t yang merupakan sebuah signed integer yang menunjukkan pid.


Percobaan 2 : Membuat dua proses terus menerus dengan sebuah system call fork()


1.  Dengan menggunakan editor vi, buatlah file fork2.cpp dan ketikkan program berikut :

#include <iostream> using namespace std; #include <sys/types.h> #include <unistd.h>

 

/* getpid() dan fork() adalah system call yg dideklarasikan pada unistd.h.

Menghasilkan suatu nilai dengan type pid_t.

pid_t adalah type khusus untuk process id yg ekuivalen dg int

*/ 

int main(void) { pid_t childpid; int x = 5; childpid = fork(); while (1) {

cout << "This is process << getpid() << endl; cout << "x is << << endl;

sleep(1); x++;

}

return 0;

}




2.  Gunakan g++ compiler untuk menjala nkan program diatas. Pada saat dijalankan, program tidak akan pernah berhenti. Untuk menghentikan program tekan Ctrl+C.

$ g++ -o fork fork 2.cpp

./fork 2

 

3.  Amati output yang dihasilkan

Analisa :

Program diatas bertujuan untuk membuat dua proses secara terus menerus menggunakan system call fork(). Fork adalah suatu system call yang dapat membuat proses baru. Proses asal yang melakukan fork disebut dengan parent process, sedangkan proses baru yang dibuat setelah melakukan fork disebut dengan child process. Nilai yang dikembaikan oleh fork adalah pid dari child process.

Percobaan 3 : Membuat dua proses sebanyak lima kali

1.  Dengan menggunakan editor vi, buatlah file fork3.cpp dan ketikkan program berikut :

 

#include <iostream> using namespace std; #include <sys/types.h> #include <unistd.h>

/* getpid() dan fork() adalah system call yg dideklarasikan pada unistd.h.

Menghasilkan suatu nilai dengan type pid_t.

pid_t adalah type khusus untuk process id yg ekuivalen dg int

*/

int main(void) { pid_t childpid; childpid = fork();

for (int i = 0;  i < 5;  i++) {

cout << "This is process << getpid() << endl; sleep(2);

}

return 0;

 

2. Gunakan g++ compiler untuk menjalankan program diatas

$ g++ -o fork fork 3.cpp

./fork 3


3. Amati output yang dihasilkan

Analisa :

Program ini hampir sama dengan program fork2, hanya saja bedanya pada program ini loop yang dilakukan dibatasi hingga 5 kali saja, tidak infinite.

Percobaan 4 : Proses parent menunggu sinyal dari proses child dengan system call wait

1.  Dengan menggunakan editor vi, buatlah file fork4.cpp dan ketikkan program berikut :

#include <iostream> using namespace std; #include <sys/types.h> #include <unistd.h> #include <sys/wait.h>

 

/* pid_t fork() dideklarasikan pada unistd.h.

pid_t adalah type khusus untuk process id yg ekuivalen dg int

*/

 

int main(void) { pid_t child_pid; int status;

pid_t wait_result;

 

child_pid = fork(); if (child_pid == 0) {

/* kode ini hanya dieksekusi proses child */

cout << "I am a child and my pid = " << getpid() << endl; cout << "My parent is " << getppid() << endl;

/* keluar if akan menghentikan hanya proses child */

}

else if (child_pid > 0) {

/* kode ini hanya mengeksekusi proses parent */ cout << "I am the parent and my pid = " << getpid()

<< endl;

cout << "My child has pid = " << child_pid << endl;

}

else {

cout << "The fork system call failed to create new process" << endl;

exit(1);

}

 

/* kode ini dieksekusi baik oleh proses parent dan child */ cout << "I am a happy, healthy process and my pid = "

<< getpid() << endl;

 

if (child_pid == 0) {

/* kode ini hanya dieksekusi oleh proses child */ cout << "I am a child and I am quitting work now!"

<< endl;

}

else {

/* kode ini hanya dieksekusi oleh proses parent */ cout << "I am parent and I am going to wait for my

child" << endl;

do {

/* parent menunggu sinyal SIGCHLD mengirim tanda bahwa proses child diterminasi */

wait_result = wait(&status);

} while (wait_result != child_pid);

cout << "I am a parent and I am quitting." << endl;

}

return 0;

}

 



2.  Gunakan g++ compiler untuk menjalankan program diatas

$ g++ -o fork fork 4.cpp

./fork 4


3.  Amati output yang dihasilkan 

Analisa :

Jika pada program-program sebelumnya proses child dan parent menjalankan baris yang sama, maka pada program ini kedua proses tersebut menjalankan baris yang berbeda. Hal ini dapat dilakukan dengan pengondisian if...else pada hasil pengembalian system call fork. Pada child process, fork akan mengembalikan nilai 0, sedangkan pada parent process, fork akan mengembalikan nilai bilangan positif berupa pid dari process child.

Namun, jika process child, gagal terbentuk, fork akan mengembalikan nilai -1. Dengan mengetahui return value dari fork, maka kita bisa membagi pengerjaan proses parent dan child menggunakan pengondisian if...else.

Percobaan 5 : System call fork/exec dan wait mengeksekusi program bernama ls, menggunakan file executable /bin/ls dengan satu parameter –l yang ekuivalen dengan ls –l

1.  Dengan menggunakan editor vi, buatlah file fork5.cpp dan ketikkan program berikut :

#include <iostream> using namespace std; #include <sys/types.h> #include <unistd.h> #include <sys/wait.h>

 

/* pid_t fork() dideklarasikan pada unistd.h.

pid_t adalah type khusus untuk process id yg ekuivalen dg int

*/

int main(void) { pid_t child_pid; int status;

pid_t wait_result;

child_pid = fork(); if (child_pid == 0) {

/* kode ini hanya dieksekusi proses child */

cout << "I am a child and my pid = " << getpid() << endl; execl("/bin/ls", "ls", "-l", "/home",  NULL);

/* jika execl berhasil kode ini tidak pernah digunakan */ cout << "Could not execl file /bin/ls" << endl;

exit(1);

/* exit menghentikan hanya proses child */

}

else if (child_pid > 0) {

/* kode ini hanya mengeksekusi proses parent */ cout << "I am the parent and my pid = " << getpid()

<< endl;

cout << "My child has pid = " << child_pid << endl;

}

else {

cout << "The fork system call failed to create a new process" << endl;

exit(1);

}


/* kode ini hanya dieksekusi oleh proses parent karena child mengeksekusi dari “/bin/ls” atau keluar                       */

cout << "I am a happy, healthy process and my pid = "

<< getpid() << endl

if (child_pid == 0) {

/* kode ini tidak pernah dieksekusi */ printf("This code will never be executed!\n");

}

else {

/* kode ini hanya dieksekusi oleh proses parent */ cout << "I am a parent and I am going to wait for my

child" << endl;

do {

/* parent menunggu sinyal SIGCHLD mengirim tanda bila proses child diterminasi */

wait_result = wait(&status);

} while (wait_result != child_pid);

cout << "I am a parent and I am quitting." << endl;

}

return 0;

}



2.  Gunakan g++ compiler untuk menjalankan program diatas

$ g++ -o fork fork 5.cpp

./fork 5



 

3.  Amati output yang dihasilkan

 Analisa :

Program ini akan melakukan forking dan proses child akan menjalankan perintah ls -l. hal ini dapat dilakukan dengan menjalankan system call execl pada proses child. Execl merupakan system call yang berfungsi untuk mengeksekusi file. Pada kasus ini, child process mengeksekusi perintah ls yang filenya berada di /bin/ls dengan argumen -l dan /home. Fungsi execl dapat dimasukkan banyak paremeter. Namun, parameter utama yang harus dimasukkan ada 3, yaitu path dari file yang akan dieksekusi, argumen perintah (bisa lebih dari satu), dan NULL (sebagai penanda akhiran dari argumen). System call execl akan mengganti process image sebelumnya dengan process image yang baru. Sehingga jika execl berhasil dijalankan, maka setelah execl selesai dijalankan oleh proses child dan diterminasi, proses child tersebut juga akan ikut diterminasi. Namun jika execl gagal dijalankan, maka proses child akan tetap berjalan. Itulah mengapa baris proses child dibawah execl pada percobaan diatas tidak dijalankan.

 

Percobaan 6 : System call fork/exec dan wait mengeksekusi program lain

1.  Dengan menggunakan editor vi, buatlah file fork6.cpp dan ketikkan program berikut :

#include <iostream> using namespace std; #include <sys/types.h> #include <unistd.h> #include <sys/wait.h>

 

/* pid_t fork() dideklarasikan pada unistd.h.

pid_t adalah type khusus untuk process id yg ekuivalen dg int

*/

int main(void) pid_t chil d_pid; int status;

pid_t wait_result;

child_pid fork(); if (child_pid == 0) {

/* kode ini hanya dieksekusi proses child */

cout << "I am a child and my pid = " << getpid() << endl;

execl("fork3", "goose", NULL);

/* jika execl berhasil kode ini tidak pernah digunakan */

cout << "Could not execl file fork3" << endl;

exit(1);

/* exit menghentikan hanya proses child */

}

else if (child_pid > 0) {

/* kode ini hanya mengeksekusi proses parent */ cout << "I am the parent and my pid = " << getpid()

<< endl;

cout << "My child has pid = " << child_pid << endl;

}

else {

cout << "The fork system call failed to create new process" << endl;

exit(1);

}

 

/* kode ini hanya dieksekusi oleh proses parent karena child mengeksekusi dari “fork3” atau keluar         */

cout << "I am a happy, healthy process and my pid = "

<< getpid() << endl;

if (child_pid == 0) {

/* kode ini tidak pernah dieksekusi */ printf("This code will never be executed!\n");

}

else {

/* kode ini hanya dieksekusi oleh proses parent */ cout << "I am a parent and I am going to wait for my

child" << endl;

do {

/* parent menunggu sinyal SIGCHLD mengirim tanda bila proses child diterminasi */

wait_result = wait(&status);

} while (wait_result != child_pid);

cout << "I am a parent and I am quitting." << endl;

}

return 0;

}




2.  Gunakan g++ compiler untuk menjalankan program diatas

$ g++ -o fork fork 6.cpp

./fork 6


3.  Amati output yang dihasilkan

 Analisa :

Pada program ini, proses child mengeksekusi program lain (fork3) dengan menggunakan system call execl. Pada percobaan diatas, proses dengan pid 7242 adalah proses parent, sedangkan proses dengan pid 7243 adalah proses child. Namun, saat proses child menjalankan execl dan mengeksekusi fork3, proses dengan pid 7243 pada program fork3 akan menjadi proses parent, dan ia membuat proses child baru dengan pid 7244. Selain itu, system calls execl diberi argumen “goose”, itulah mengapa pada saat dijalankan ps, proses fork3 bernama goose.

Percobaan 7 : Melihat Manajemen Memory

1.             Perhatikan dengan perintah dmesg jumlah memory tersedia  dan  proses swapping

dmesg | more

 


Analisa :
Pada program ini, proses child mengeksekusi program lain (fork3) dengan menggunakan system call execl. Pada percobaan diatas, proses dengan pid 7242 adalah proses parent, sedangkan proses dengan pid 7243 adalah proses child. Namun, saat proses child menjalankan execl dan mengeksekusi fork3, proses dengan pid 7243 pada program fork3 akan menjadi proses parent, dan ia membuat proses child baru dengan pid 7244. Selain itu, system calls execl diberi argumen “goose”, itulah mengapa pada saat dijalankan ps, proses fork3 bernama goose.


2.             Dengan perintah free perhatikan jumlah memory ”free”, ”used”, “share” dan “buffer” .

free

Analisa :

Perintah free akan menampilkan informasi tentang memori dan swap dalam kilobyte (1 kilobyte.


3.             Dengan perintah dibawah ini apakah hasilnya sama dengan no 2 ?

cat /proc/meminfo


Analisa :

Hasil yang ditampilkan oleh cat /proc/meminfo hampir sama dengan hasil pada free. Hanya saja bedanya cat /proc/meminfo menampilkan lebih banyak informasi daripada free.


4. Gunakan perintah dibawah ini

ls –lR /.

Analisa :

Ls -lR /. Menampilkan semua direktori dan file yang ada pada sistem informasi. Karena banyaknya file yang ditampilkan, perintah tersebut akan berjalan secara terus menerus tiada henti.


5. Perhatikan perubahan manajemen memory

free

Analisa :

Setelah dijalankan open Office, memori yang digunakan dan shared memory menjadi lebih besar dan “free” memory menajdi lebih sedikit. Selain itu, ada beberapa swap yang mulai digunakan.

 

6. Jalankan sebuah program, misalnya open Office. Perhatikan perubahan

manajemen memory

free


Analisa :

Setelah dijalankan open Office, memori yang digunakan dan shared memory menjadi lebih besar dan “free” memory menajdi lebih sedikit. Selain itu, ada beberapa swap yang mulai digunakan.

 

7. Dengan perintah ps bagaimana penggunaan memory untuk se tiap proses diatas ?

ps -uax


Analisa :
 Penggunaan memori yang paling besar digunakan oleh open office sebanyak 7.4%, sedangkan untuk perintah ls, tidak terlalu banyak.


LATIHAN:

 

1.  Ubahlah program fork5.cpp pada percobaan 5 untuk mengeksekusi perintah yang ekuivalen dengan

a.     ls –al /etc.



b.     cat fork2






c.     ./fork2



2.  Informasi apa saja mengenai manajemen memory yang ditampilkan pada perintah dmesg pada percobaan Anda ?



3.  Bagaimana informasi yang ditampilkan dengan perintah free pada  percobaan  Anda ?



4.  Apa isi file /proc/meminfo pada percobaan yang Anda lakukan ?



5.  Berapa besar memory yang digunakan setelah percobaan 7  dengan  perintah  ps – uax ?



6.  Lakukan hal yang sama dengan percobaan 7  untuk  melihat  perubahan  memory  setelah dilakukan beberapa proses pada shell. Tentukan perintah yang dilakukan misalnya membuka browser dan perhatikan hal-hal berikut :

a.      Informasi apa saja yang ditampilkan dengan perintah free ?



b.      Informasi apa saja yang disimpan file /proc/meminfo ?



c.      Berapa besar kapasitas memory total ? Tidak terdapat info

d.      Berapa kapasitas memory yang sudah terpakai ?Tidak terdapat info

e.      Berapa kapasitas memory yang belum terpakai  ?  Tidak terdapat info

f.       Berapa kapasitas memory yang digunakan sharing beberapa proses ?  Tidak terdapat info

g.      Berapa kapasitas buffer cache ?  Tidak terdapat info

 

 

 

LAPORAN RESMI:

 

1.  Analisa hasil percobaan yang Anda lakukan.

2.  Kerjakan latihan diatas dan analisa hasil tampilannya.

3.  Berikan kesimpulan dari praktikum ini.


Kesimpulan :

1.       Kita mampu menggunakan system call fork, wait dan execl pada Linux

2.       Mampu menggunakan perintah-perintah untuk manajemen memory.

3.       Linux mengimplementasikan sistem virtual memory demand-paged. Proses mempunyai besar memory virtual yang besar .

4.      4. Pada virtual memory dilakukan transfer page antara disk dan memory fisik. Jika tidak terdapat cukup memory fisik, kernel melakukan swapping beberapa page lama ke disk.

5.       5.  Disk drive adalah perangkat mekanik yang membaca dan menulis ke disk yang lebih lambat dibandingkan mengakses memory fisik. Jika memory total page lebihdari memory fisik yang tersedia, kernel lebih banyak melakukan swapping dibandingkan eksekusi kode program, sehingga terjadi thrashing dan mengurangi utilitas.

Pe6. Penggunaan manajemen memori membuat kita mengetahui berapa saja memori yang sedang digunakan atau sedang di bagikan dalam beberapa proses maupun yang tidak digunakan. 

 

        Daftar Pustaka

1.             http://carideny.blogspot.com/2013/03/pengertian-virtual-memori.html

2.             http://2010046-if-unsika.blogspot.com/2012/10/pengertian-serta.html

Komentar