Proses dan Manajemen Proses
LAPORAN PRAKTIKUM
Sistem Operasi Linux
JUDUL
Nama
Jeffri Aprian Purba (1803421036)
BM – 5A
PROGRAM STUDI BROADBAND MULTIMEDIA JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
POLITEKNIK NEGERI JAKARTA 2020
Proses dan Manajemen Proses
POKOK BAHASAN :
· Proses pada Sistem Operasi Linux
· Manajemen Proses pada Sistem Operasi Linux
TUJUAN BELAJAR :
Setelah mempelajari materi dalam bab ini, mahasiswa diharapkan mampu:
· Memahami konsep proses pada sis tem operasi Linux.
· Menampilkan beberapa cara menampilkan hubungan proses parent dan child.
· Menampilkan status proses dengan beberapa format berbeda.
· Melakukan pengontrolan proses pada shell.
· Memahami penjadwalan prioritas.
DASAR TEORI:
1. KONSEP PROSES PADA SISTEM OPERASI LINUX
Proses adalah program yang sedang dieksekusi. Setiap kali menggunakan utilitas sistem atau program aplikasi dari shell, satu atau lebih proses ”child” akan dibuat oleh shell sesuai perintah yang diberikan. Setiap kali instruksi dibe rikan pada Linux shell, maka kernel akan menciptakan sebuah proses-id. Proses ini disebut juga dengan terminology Unix sebagai sebuah Job. Proses Id (PID) dimulai dari 0, yaitu proses INIT, kemudian diikuti oleh proses berikutnya (terdaftar pada /etc/inittab).
Beberapa tipe proses :
· Foreground : Proses yang diciptakan oleh pemakai langsung pada terminal (interaktif, dialog)
· Batch : Proses yang dikumpulkan dan dijalankan secara sekuensial (satu persatu). Prose Batch tidak diasosiasikan (berinteraksi) dengan terminal.
· Daemon : Proses yang menunggu permintaan (request) dari proses lainnya dan menjalankan tugas sesuai dengan permintaan tersebut. Bila tidak ada request, maka program ini akan berada dalam kondisi “idle” dan tidak menggunakan waktu hitung CPU. Umumnya nama proses daemon di UNIX berakhiran d, misalnya inetd, named, popd dll
2. SINYAL
Proses dapat mengirim dan menerima sinyal dari dan ke proses lainnya. Proses mengirim sinyal melalui instruksi “kill” dengan format
kill [-nomor sinyal] PID
Nomor sinyal : 1 s/d maksimum nomor sinyal yang didefinisikan system Standar nomor sinyal yang terpenting adalah :
No Sinyal | Nama | Deskripsi |
1 | SIGHUP | Hangup, sinyal dikirim bila proses terputus, misalnya melalui putusnya hubungan modem |
2 | SIGINT | Sinyal interrupt, melalui ^C |
3 | SIGQUIT | Sinyal Quit, melalui ^\ |
9 | SIGKILL | Sinyal Kill, menghentikan proses |
15 | SIGTERM | Sinyal terminasi software |
3. MENGIRIM SINYAL
Mengirim sinyal adalah satu alat komunikasi antar proses, yaitu memberitahukan proses yang sedang berjalan bahwa ada sesuatu yang harus dikendalikan. Berdasarkan sinyal yang dikirim ini maka proses dapat bereaksi dan administrator/programmer dapat menentukan reaksi tersebut. Mengirim sinyal menggunakan instruksi
kill [-nomor sinyal] PID
Sebelum mengirim sinyal PID proses yang akan dikirim harus diketahui terlebih dahulu
4. MENGONTROL PROSES PADA SHELL
Shell menyediakan fasilitas job control yang memungkinkan mengontrol beberapa job atau proses yang sedang berjalan pada waktu yang sama. Misalnya bila melakukan pengeditan file teks dan ingin melakukan interrupt pengeditan untuk mengerjakan hal lainnya. Bila selesai, dapat kembali (switch) ke editor dan melakukan pengeditan file teks kembali.
Job bekerja pada foreground atau background. Pada foreground hanya diper untukkan untuk satu job pada satu waktu. Job pada foreground akan mengontrol shell - menerima input dari keyboard dan mengirim output ke layar. Job pada background tidak menerima input dari terminal, biasanya berjalan tanpa memerlukan interaksi.
Job pada foreground kemungkinan dihentikan sementara (suspend), dengan menekan [Ctrl-Z]. Job yang dihentikan sementara dapat dijalankan kembali pada foreground atau background sesuai keperluan dengan menekan ”fg” atau ”bg ”. Sebagai catatan, menghentikan job seme ntara sangat berbeda dengan melakuakan interrupt job (biasanya menggunakan [Ctrl-C]), dimana job yang diinterrup akan dimatikan secara permanen dan tidak dapat dijalankan lagi.
5. MENGONTROL PROSES LAIN
Perintah ps dapat digunakan untuk menunjukkan semua proses yang sedang berjalan pada mesin (bukan hanya proses pada shell saat ini) dengan format :
ps –fae atau
ps -aux
Beberapa versi UNIX mempunyai utilitas sistem yang disebut top yang menyediakan cara interaktif untuk memonitor aktifitas sistem. Statistik secara detail dengan proses yang berjalan ditampilkan dan secara terus-menerus di-refresh . Proses ditampilkan secara terurut dari utilitas CPU. Kunci yang berguna pada top adalah
s – set update frequency
u – display proses dari satu user
k – kill proses (dengan PID)
q – quit
Utilitas untuk melakukan pengontrolan proses dapat ditemukan pada sistem UNIX adalah perintah killall. Perintah ini akan menghentikan proses sesuai PID atau job number proses.
TUGAS PENDAHULUAN :
Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini :
1. Apa yang dimaksud dengan proses ?
Jawab :
Proses adalah program yang sedang dieksekusi. Setiap kali menggunakan utilitas sistem atau program aplikasi dari shell, satu atau lebih dari proses "child" akan dibuat shell sesuai perintah yang diberikan.
2. Apa yang dimaksud perintah untuk menampilkan status proses : ps, pstree.
Jawab :
Ps : untuk melihat kondisi proses yang ada.
Pstree : menampilkan semua proses pada sistem dalam bentuk hierarki parent
3. Sebutkan opsi yang dapat diberikan pada perintah ps
Jawab :
$ ps : untuk menampilkan
$ ps -u : untuk melihat elemen lainnya- $ ps -u <user> : mencari proses yang spesifik pemakai
$ ps -a : mencari proses lainnya
$ ps -au : mencari proses lainnya
$ ps -eH : memilih semua proses dan menampilkan semua proses.
$ ps -e f : menampilkan status proses dengan karakter grafis
$ pstree : menampilkan semua proses pada sistem dalam bentuk hirarki parent/child.
$ pstree | grep mingetty : menampilkan semua proses mingetty yang berjalan pada sistem yang berupa console virtual, kemudian menampilkan semua proses dalam satu baris berupa suatu angka.
$ pstree -p : untuk melihat semua PID
$ pstree -h : untuk menampilkan proses dan asector yang tercetak tebal
$ ps -e | more : menampilkan semua proses dalam bentuk 4 kolom.
$ ps ax | more : menampilkan semua proses yang dihasilkan terminal dan menampilkan proses yang tidak dihasilkan terminal.
$ ps ef | more : menampilkan semua proses dalam bentuk daftar penuh.
$ ps -eo pid, cmd | more : menampilkan semua proses dalam format sesuai definisi user yang terdiri dari kolom PID dan CMD.
$ ps -eo pid, ppid, %mem, cmd | more : untuk menampilkan kolom PID, PPID, dan %mem. PPID adalah proses ID dari proses parent. %mem menampilkan persentasi dari memori system yang digunakan proses.
4. Apa yang dimaksud dengan sinyal ? Apa perintah untuk mengirim sinyal ?
Jawab :
Sinyal adalah suatu gejala fisika dimana satu atau beberapa dari karakteristiknya melambangkan informasi.
Perintah untuk mengirim sinyal : kill [-nomor sinyal] PID.
5. Apa yang dimaksud dengan proses foreground dan background pada job control ?
Jawab :
Foreground : proses yang diciptakan oleh pemakai langsung pada terminal (interaktif, dialog). Foreground hanya diperuntukkan untuk satu job pada stu waktu. Job pada foreground akan mengontrol shell - menerima input dari keyboard dan mengirim ouput ke layar.
Background : proses yang tidak dapat menerima input dari terminal, biasanya berjalan tanpa memerlukan interaksi.
6. Apa yang dimaksud perintah-perintah penjadwalan prioritas : top, nice, renice.
Jawab :
Top : Perintah ini digunakan untuk menampilkan proses pada CPU. Perintah ini bisa digunakan untuk menampilkan proses dan penggunaan resource yang paling aktif.
Nice : Perintah ini digunakan untuk melakukan modifikasi terhadap program yang akan mendapatkan prioritas penjadwalan proses.
Renice : Perintah ini digunakan untuk memberikan prioritas pada proses yang sedang berjalan
6.
Percobaan
·
Percobaan
1
1. Pindah ke command line
terminal (tty2) dengan menekan
Ctrl + Alt + F4 dan login ke terminal
sebagai user
Analisis :
Berikut ini adalah tampilan mode tty2
karena tidak merupakan GUI
2. Instruksi ps (process status) digunakan untuk melihat kondisi proses yang ada.PID adalah Nomor Identitas Proses, TTY adalah nama terminal dimana prosestersebut aktif, STAT berisi S (Sleeping) dan R (Running), COMMAND merupakan instruksi yang digunakan.
Analisa:
3. 3. Untuk melihat
faktor/elemen lainnya, gunakan optio n – u (user). %CPU adalah presentasi CPU
time yang digunakan oleh proses tersebut, %MEM adalah presentasi system memori
yang digunakan proses, SIZE adalah jumlah memori yang digunakan, RSS (Real
System Storage) adalah jumlah memoriyang digunakan, START adalah kapan proses
tersebut diaktifkan
$ ps – u
Analisa
:
Ps
-u digunakan untuk menampilkan user yang kita gunakan
4. 4. Mencari proses yang
spesifik pemakai. Proses diatas hanya terbatas pada proses milik pemakai,
dimana pemakai teresbut melakukan login
$
ps – u <user>
Analisa
:
Perintah
tersebut digunakan untuk menampilkan proses pada user yang kita inginkan.
5.
5. Mencari proses
lainnya gunakan opsi a (all) dan au (all user)
$
ps– a
Analisa :
Digunakan
untuk menampilkan proses pada user sekarang
$ps
-au
Analisa :
Digunakan untuk menampilkan proses semua user.
·
Percobaan 2 Menampilkan
hubungan parent and child
1. 1. Pindah ke command
line terminal (tty2) dengan menekan Ctrl+Alt+F4 dan login ke terminal sebagai
user.
2.
2. Ketik ps –eH dan
tekan Enter. Opsi e memilih semua proses dan opsi H menghasilkan tampilan proses secara hierarki. Proses child muncul dibawah proses parent. Proses child
ditandai dengan awalan beberapa spasi.
$
ps -eH
Analisis
:
Perintah
ini digunakan untuk memilih seluruh proses dan ditampilkan secara hirearki.
3. 3. Ketik ps – e f dan
tekan Enter. Tampilan serupa dengan langkah 2. Opsi –f akan menampilkan status
proses dengan karakter grafis (\ dan _)
$
ps – e f
Analisa
:
Menampilkan
suatu proses dengan menampilkan dalam bentuk grafik (\dan _)
4. 4. Ketik pstree dan
tekan Enter. Akan ditampilkan semua proses pada sistemdalam bentuk hirarki
parent/child. Proses parent di sebelah kiri proses child.Sebagai contoh proses
init sebagai parent (ancestor) dari semua proses padasistem. Beberapa child
dari init mempunyai child. Proses login mempunya i proses bash sebagai child.
Proses bash mempunyai proses child startx. Prosesstartx mempunyai child xinit
dan seterusnya.
$
pstree
Analisa
:
Perintah
ini digunakan untuk menampilkan seluruh proses pada system dalam bentuk
hirarki/child
5.
5. Ketik pstree | grep
mingetty dan tekan Enter. Akan menampilkan semua proses mingetty yang berjalan
pada system yang berupa console virtual. Selain menampikan semua proses, proses
dikelompokkan dalam satu baris dengan suatu angka sebagai jumlah proses yang
berjalan.
$
pstree | grep mingetty
Analisa
:
pstree
| grep mingetty digunakan untuk mencari proses yang mengandung kata mingetty,
karena di saya tidak ada, maka tidak muncul apaapa
6.
6. Untuk melihat semua
PID untuk proses gunakan opsi – p.
$
pstree – p
Analisa
:
Digunakan
untuk menampilkan semua pid
7.
7. Untuk menampilkan
proses dan ancestor yang tercetak tebal gunakan opsi – h.
$
pstree– h
Analisa :
Digunakan untuk
mencetak tebal ancestor
·
Percobaan 3
menampilkan status proses dengan berbagai format
1. 1. Pindah ke command line terminal (tty2) dengan menekan Ctrl+Alt+F2 dan login ke terminal sebagai user.
2.
2. Ketik ps – e | more
dan tekan Enter. Opsi -e menampilkan semua proses dalam bentuk 4 kolom : PID,
TTY, TIME dan CMD.
$
ps– e | more
Jika
halaman penuh terlihat prompt --More-- di bagian bawah screen, tekan quntuk
kembali ke prompt perintah.
Analisa
:
Option
e digunakan untuk menampilkan 4 kolomvPID, TTY, TIME, CMDvdan more menyuruh
akan ditampilkan sesuai layer.
3.
3. Ketik ps ax | more
dan tekan Enter. Opsi a akan menampilkan semua proses yangdihasilkan terminal
(TTY). Opsi x menampilkan semua proses yang tidak dihasilkan terminal. Secara
logika opsi ini sama dengan opsi – e. Terdapat 5 kolom : PID, TTY, STAT, TIME
dan COMMAND.
$
ps ax | more
Analisa
:
Perintah
tersebut digunakan untuk menampilkan proses dengan 5 kolom PID, TTY, STAT,
TIME, COMMAND. Lalu more menampilkan data sesuai layer
4.
4. Ketik ps – e f |
more dan tekan Enter. Opsi – e f akan menampilkan semuaprosesdalam format
daftar penuh.
$
ps ef | more
Analisa
:
Opsi
– e f akan menampilkan semuaproses dalam format daftar penuh. Lalu | more,
artinya di tampilkan secara more seperti pada gambar.
5.
5. Ketik ps – eo pid,
cmd | more dan tekan Enter. Opsi – eo akan menampilkansemua proses dalam format
sesuai definisi user yaitu terdiri dari kolom PID danCMD.
$
ps– eo pid,cmd | more
Jika
halaman penuh terlihat prompt --More-- di bagian bawah screen, tekan quntuk
kembali ke prompt perintah
Analisa
:
Opsi
eo, pid, cmd akan menampilkan semua proses dengan format pid,cmd. Lalu more
artinya ditampilkan sesuai layer
$ ps –eo pid,ppid,%mem,cmd | more
Analisa :
Percobaan diatas merupakan cara untuk menampilkan status proses dengan berbagai format. Perintah ps -eo pid,ppid,%mem,cmd | more Akan menapilkan kolom PID, PPID, dan %MEM. PPID adalah proses ID dari proses parent. %MEM menampilkan persentasi memori system yang digunakan proses. Jika proses hanya menggunakan sedikit memory system akan ditampilkan 0. Jika halaman penuh terlihat prompt --More— dibagian bawah screen, tekan q untuk kembali ke prompt perintah.
7. Logout dan tekan Alt+F7 untuk kembali ke mode grafis
Analisa :
Percobaan diatas berfungsi untuk keluar dari mode command line, untuk kembali ke metode grafis. Dengan menekan Alt+F7 maka mode tersebut terlogout.
Percobaan 4 : Mengontrol proses pada shell
1. Pindah ke command line terminal (tty2) dengan menekan Ctrl+Alt+F2 dan login ke terminal sebagai user.
Analisa :
Perintah ini merupakan cara untuk pindah ke command line (tty2). Setelah melakukan perintah Ctl+Alt+F2 maka user akan diminta untuk login, dengan memasukan username dan pasword.
2. Gunakan perintah yes yang mengirim output y yang tidak pernah berhenti
$ yes
Untuk menghentikannya gunakan Ctrl-C.
Analisa :
Percobaan diatas merupakan cara untuk mengontrol proses data shell. Menggunakan perintah yes yang mengirim output y yang tidak pernah berhenti.
3. Belokkan standart output ke /dev/null
$ yes > /dev/null
Untuk menghentikannya gunakan Ctrl-C.
Analisa :
Percobaan diatas merupakan cara untuk mengontrol proses data shell. Dengan membelokkan standar output ke /dev/null dengan perintah $ yes
> /dev/null.
4. Salah satu cara agar perintah yes tetap dijalankan tetapi shell tetap digunakan untuk hal yang lain dengan meletakkan proses pada background dengan menambahkan karakter & pada akhir perintah.
$ yes > /dev/null &
Angka dalam ”[ ]” merupakan job number diikuti PID.
Analisa :
Percobaan diatas merupakan cara untuk mengontrol proses data shell. satu cara agar perintah yes tetap dijalankan tetapi shell tetap digunakan untuk hal yang lain dengan meletakan proses pada background dengan menambah karakter & pada akhir perintah. Perintah $ yes /dev/null &. Angka dalam “[ ]” merupakan job number diikuti PID.
5. Untuk melihat status proses gunakan perintah jobs.
$ jobs
Analisa :
Percobaan diatas merupakan cara untuk mengontrol proses data shell. Untuk melihat status proses gunakan perintah jobs, perintah ini seperti proses pada task manager di window.
6. Untuk menghentikan job, gunakan perintah kill diikuti job number atau PID proses. Untuk identifikasi job number, diikuti prefix dengan karakter ”%”.
$ kill %<nomor job> contoh : kill %1
Analisa :
Percobaan diatas merupakan cara untuk mengontrol proses data shell. Untuk menghentikan job, gunakan perintah kil diikuti job number atau PID proses. Untuk identifikasi job number, diikuti prefix dengan karakter “%”.
7. Lihat status job setelah diterminasi
$ jobs
Analisa :
Percobaan diatas merupakan cara untuk mengontrol proses data shell. Untuk melihat status job setelah diterminasi gunakan perintah $ jobs.
Percobaan 5 : Menghentikan dan memulai kembali job
1. Cara lain meletakkan job pada background dengan memulai job secara normal (pada foreground), stop job dan memulai lagi pada background
$ yes > /dev/null
Hentikan sementara job (suspend ), bukan menghentikannya (terminate ), tetapi menghentikan sementara job sampai di restart. Untuk menghentikan sementara job gunakan Ctrl-Z.
Analisa :
Percobaan diatas merupakan cara untuk menghentikan dan memulai kembali job. Cara lain meletakan job pada background dengan memulai job secara normal (pada foreground), stop job dan memulai lg pada background. Hentikan sementara job (suspend), bukan menghentikanya (terminate), tetapi menghentikan sementara job sampai di restart. Untuk menghentikan sementara job gunakan Ctrl-Z.
2. Untuk restart job pada foreground , gunakan perintah fg.
$ fg
Analisa :
Percobaan diatas merupakan cara untuk menghentikan dan memulai kembali job. Untuk restart job pada foreground, gunakan perintah fg.
3. Shell akan menampilkan nama perintah yang diletakkan di foreground . Stop job lagi dengan Ctrl-Z. Kemudian gunakan perintah bg untuk meletakkan job pada background .
$ bg
Job tidak bisa dihentikan dengan Ctrl-Z karena job berada pada background.
Untuk menghentikannya, letakkan job pada foreground dengan fg dan kemudian hentikan sementara dengan Ctrl-Z.
$ fg
Analisa :
Percobaan diatas merupakan cara untuk menghentikan dan memulai kembali job. Shell akan menampilkan nama perintah yang diletakan di foreground. Stop job lagi dengan Ctrl-Z. Kemudian gunakan perintah bg untuk meletakan job pada background. Job tidak bisa dihentikan dengan Ctrl-Z karena job berada pada background. Untuk menghentikanya letakan job pada foreground dengan fg dan kemudian hentikan sementara dengan Ctrl-Z.
4. Job pada background dapat digunakan untuk menampilkan teks pada terminal, dimana dapat diabaikan jika mencoba mengerjakan job lain.
$ yes &
Untuk menghentikannya tidak dapat menggunakan Ctrl-C. Job harus dipindah ke foreground, baru dihentikan dengan cara tekan fg dan tekan Enter, kemudian dilanjutkan dengan Ctrl-Z untuk menghentikan sementara.
Analisa :
Percobaan diatas merupakan cara untuk menghentikan dan memulai kembali job. pada background dapat digunakan untuk menampilkan teks pada terminal, dimana dapat diabaikan jika mengerjakan job lain. Untuk menghentikanya tidak dapat menggunakan Ctrl-C. Job harus dipindah ke foreground, baru dihentikan dengan cara tekan fg dan tekan Enter. Kemudian lanjutkan dengan Ctrl-Z untuk menghentikan sementara.
5. Apabila ingin menjalankan banyak job dalam satu waktu, letakkan job pada foreground atau background dengan memberikan job ID
$ fg %2 atau $ %2
$ bg %2
Analisa :
Percobaan diatas merupakan cara untuk menghentikan dan memulai kembali job. Apabila ingin menjalankan banyak job dalam satu waktu, letakan job pada foreground atau beckground dengan memberikan job ID.
6. tekan fg dan tekan Enter, kemudian dilanjutkan dengan Ctrl -Z untuk menghentikan sementara.
Analisa :
Setelah menggunakan perintah $ fg %2 atau $ %2 dan $ bg %2 diatas kemudian Tekan fg dan tekan Enter, kemudian lanjutkan dengan Ctrl-Z untuk menghentikan sementara.
7. Lihat job dengan perintah ps -fae dan tekan Enter. Kemudian hentikan proses dengan perintah kill.
$ ps -fae
Analisa :
Percobaan diatas merupakan cara untuk yaitu menghentikan dan memulai kembali job. Untuk job dengan perintah ps –fae dan tekan Enter. Kemudian hentikan proses dengan perintah kill.
$ kill -9 <NomorPID>
Analisa :
Percobaan diatas merupakan cara untuk menghentikan dan memulai kembali job. Perintah $ kill -9 <nomor PID> perintah ini berfungsi untuk memberhentikan prosesperintah ini berfungsi untuk memberhentikan proses, tetapi pada proses ini akses nya tidak diizinkan.
8. Logout dan tekan Alt+F7 untuk kembali ke mode grafis
Analisa :
Percobaan diatas berfungsi untuk keluar dari mode command line, untuk kembali ke metode grafis. Dengan menekan Alt+F7 maka mode tersebut terlogout.
Kesimpulan
Dalam tutorial ini, Anda telah mempelajari bagaimana cara manajemen proses di Linux. Ada banyak sekali cara yang berbeda yang bisa Anda kombinasikan dan Anda gunakan dengan perintah yang tersedia.
http://armadiam.blogspot.com/2017/07/menejemen-proses-pada-linux-dan-windows.html
https://pintarkomputer2015.wordpress.com/2015/10/12/proses-dan-manajemen-proses-pada-linux/
https://alaynotgood.wordpress.com/2011/03/30/manajemen-proses-linux/
Komentar
Posting Komentar